Home » » Tantangan Dakwah dalam Globalisasi

Tantangan Dakwah dalam Globalisasi



A.    PENDAHULUAN

Memasuki abad 21 globalisasi seakan tidak bisa dibendung lajunya ketika memasuki setiap sudut negara dan menjadi sebuah keniscayaan. Era ini menghendaki setiap negara beserta individunya harus mampu bersaing satu sama lain baik antar negara maupun antar individu. Persaingan yang menjadi esensi dari globalisasi sering memiliki pengaruh dan dampak yang negatif jika dicermati dengan seksama. Pengaruh yang ada dari globalisasi pada aspek kehidupan meskipun awal tujuannya diarahkan pada bidang ekonomi dan perdagangan serta memberikan dampak multidimensi.
Persoalan yang kita hadapi sekarang adalah tantangan dakwah yang semakin hebat dan semakin kompleks. Tantangan itu muncul dalam berbagai bentuk kegiatan masyarakat modern, seperti perilaku dalam menda­patkan hiburan (enter­tain­ment), kepariwisataan dan seni dalam arti luas, yang semakin mem­buka peluang munculnya kerawanan-kerawanan moral dan etika.
Kerawanan moral dan etika itu muncul semakin transparan dalam bentuk kemaksiatan karena disokong oleh kemajuan alat-alat teknologi informasi mutakhir seperti siaran televisi, keping-keping VCD, jaringan internet, dan sebagainya. Bahaya yang paling besar yang dihadapi oleh umat manuysia zaman sekarang ini  bukanlah ledakan bom atom, tetapi perubahan fitrah itu sendiri. Unsur kemanusiaan dalam dirinya sedang mengalami kehancuran sedemikian cepat, inilah mesin-mesin berbentuk manusia yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan dan kehendak alam yang fitrah.
Dampak globalisasi dalam dunia dakwah sangat dirasakan terpaannya. Dalam makalah ini penulis akan membahas Dakwah Dalam Era Globalisasi. Makalah ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana dahsyatnya arus globalisasi dalam menggerus moral masyarakat. Begitu pula tantangan apa saja yang harus dihadapi ketika berdakwah dalam kungkungan globalisasi. Semoga tulisan yang sederhana ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin.

B.     PEMBAHASAN

1.      Pengertian Dakwah
Dakwah adalah upaya yang dilakukan mukmin untuk mengubah keadaan individu, masyarakat dan kondisi yang atau kurang islami dalam berbagai aspek agar menjadi lebih islami. Setiap muslim mempunyai kewajiban berdakwah, baik secara individu maupun kolektif. Substansi kegiatan dakwah adalah amar makruf nahi mungkar. Sebagai sebuah upaya, dakwah senantiasa berada dalam waktu dan ruang tertentu. Dakwah yang meruang dan mewaktu itu selalu bergumul dengan nilai-nilai, filsafat dan kebudayaan di luar Islam(Ismail, 2010: 119).
Syekh Muhammad al-Khadir Husin menyatakan bahwa dakwah adalah menyeru manusia kepada kebajikan dan petunjuk serta melarang kepada kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia akhirat. Sejalan dengan itu Toha Abdurrahman menyatakan bahwa dakwah ialah dorongan atau ajakan manusia kepada kebaikan serta melarang kemungkaran untuk meraih kebahagiaan dunia akhirat. Kemudian Abd. Al-Karim Zaidan dengan ringkas menyebut bahwa dakwah adalah mengajak kepada agama Allah, yaitu Islam(Azis, 2009:13).
Selain itu M. Quraish Shihab menulis bahwa dakwah adalah seruan atau ajakan kepada keinsafan atau usaha mengubah situasi kepada yang lebih baik dan sempurna terhadap individu dan masyarakat. Perwujudan dakwah bukan sekedar usaha peningkatan pemahaman keagamaan dalam tingkah laku dan pandangan hidup saja, tetapi juga menuju sasaran yang lebih luas(Arifin, 2011:36). Asep Muhiddin(2002:19) menyebut bahwa dakwah adalah upaya kegiatan mengajak atau menyeru umat manusia agar berada di jalan Allah yang sesuai fitrah secara integral.
Sesungguhnya masih banyak definisi tentang dakwah dari para pakar atau ulama yang lain dengan berbagai perspektif. Semua definisi diatas pada intinya menngunkapkan bahwa dakwah adalah sebuah kegiatan atau upaya manusia mengajak atau menyeru manusia lain kepada kebaikan. Isi daripada ajakan tersebut adalah al-khayr, amar ma’ruf, dan nahi munkar. Hal inilah yang menjadi karakteristik dakwah yang membedakannya dengan kegiatan lain seperti kampanye. Dengan isi ajakan itu dakwah dapat memberikan kontribusi kepada komunikasi manusia dalam wujud etika dan moral(ibid).

2.      Pengertian Globalisasi
Istilah globalisasi sering diberi arti yanng berbeda antara satu dengan yang lainnya, sehingga disini perlu penegasan lebih dulu. Akbar S. Ahmed dan Hastings Donnan memberi batasan bahwa globalisasi pada prinsipnya mengacu pada perkembangan-perkembangan yang cepat di dalam teknologi komunikasi, transformasi, informasi  yang bisa membawa bagian-bagian dunia yang jauh yang bisa dijangkau dengan mudah. Menurut Thomas L. Friedman globalisasi memiliki dimensi ideologi dan dimensi teknologi. Dimensi ideologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia(Azizy, 2003: 19).
Selo Soemardjan berpendapat bahwa globalisasi merupakan suatu proses terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisaisi adalah untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu. Albrow juga berpendapat bahwa globalisasi mengacu pada semua proses dimana masyarakat dunia dimasukkan ke dalam sebuah masyarakat tunggal dunia, masyarakat global.
Globalisasi pada intinya memberikan peluang besar bagi keberlangsungan modernisasi. Antara modernisasi dan globalisasi mempunyai hubungan erat yaitu terletak pada sistem nilai pendorongnya yang sama-sama humanistik-sekularistik. Modernitas setidaknya dalam perspektif Webrian dapat dilihat sebagai proses rasionalisasi dan sekularisasi dalam konteks kebudayaan masyarakat industri. Karena itu dalam proses globalisasi dan modernitas tidak bebas nilai. Hal ini dapat dilhat dari watak dasarnya seperti dikemukakan Robertson (dalam Beckford dan Kuhn, 1991) yaitu adanya proses sosiatalisasi, individualisasi, internasionalisasi, dan humanisasi(ibid).

3.      Tantangan Dakwah di Era Globalisasi
Ketika masyarakat memasuki era globalisasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, tantangan dakwah yang dihadapi semakin rumit. Tantangan tersebut tidak mengenal ruang, batas, waktu dan lapisan masyarakat, melainkan ke seluruh sektor kehidupan dan hajat hidup manusia, termasuk agama. Artinya, kehidupan kegamaan umat manusia tidak terkecuali Islam di mana pun ia berada akan menghadapi tantangan yang sama. Soejatmoko menandaskan bahwa agama pun kini sedang diuji dan ditantang oleh zaman(ibid).
Meskipun diakui bahwa di satu sisi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menciptakan fasilitas yang memberi peluang bagi pengembangan dakwah, namun antara tantangan dan peluang dakwah dewasa ini, agaknya tidak berimbang. Tantangan dakwah yang amat kompleks dewasa ini dapat dilihat dari minimal dari tiga perspektif, yaitu pertama, perspektif prilaku (behaviouristic perspective). Salah satu tujuan dakwah adalah terjadinya perubahan prilaku (behaviour change) pada masyarakat yang menjadi obyek dakwah kepada situasi yang lebih baik. Tampaknya, sikap dan prilaku (behaviour) masyarakat dewasa ini hampir dapat dipastikan lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya.
Kedua, tantangan dakwah dalam perspektif transmisi (transmissional perspective). Dakwah dapat diartikan sebagai proses penyampaian atau transmisi ajaran agama Islam dari da’i sebagai sumber kepada mad’u sebagai penerima. Ketika ajaran agama ditrasmisikan kepada masyarakat yang menjadi obyek, maka peranan media sangat menentukan. Ziauddin Sardar mengemukakan bahwa abad informasi ternyata telah menghasilkan sejumlah besar problem (Sardar, 1996:17). Menurutnya, bagi dunia Islam, revolusi informasi menghadirkan tantangan-tantangan khusus yang harus diatasi, agar umat Islam harus bisa memanfaatkannya untuk mencapai tujuan dakwah.
Ketiga, tantangan dakwah perspektif interaksi. Ketika dakwah dilihat sebagai bentuk komunikasi yang khas (komunikasi agama/islami),) maka dengan sendirinya interaksi sosial akan terjadi, dan di dalamnya terbentuk norma-norma tertentu sesuai pesan-pesan dakwah. Yang menjadi tantangan dakwah dewasa ini, adalah bahwa pada saat yang sama masyarakat yang menjadi obyek dakwah pasti berinteraksi dengan pihak-pihak lain atau masyarakat sekitarnya yang belum tentu membawa pesan yang baik, bahkan mungkin sebaliknya.
Tantangan yang dakwah yang lain setidaknya terbagi menjadi tiga aspek. Aspek yang pertama yaitu aspek pribadi/internal, dimana aspek ini terletak pada diri seorang da’i yang masih merasa ragu akan keberlangsungan dakwahnya. Aspek kedua yaitu aspek eksternal yang meliputi harta, kekuasaan maupun jabatan yang bisa menjadi bom waktu dalam berdakwah. Aspek yang terakhir yaitu aspek pergerakan dimana biasanya dalam realitanya da’i masih belum bisa bersikap profesional dalam berdakwah. Terlebih lagi ketika berada dalam dunia globaliasi yang semua kebutuhan bisa tercukupi dengan sekejap. Entah kebutuhan itu bisa mendukung ataupun mengganjal semuanya bisa didapatkan tanpa bersusah payah(ibid).

4.      Metode Dakwah Sebagai Sebuah Jawaban
Realita yang ada di dalam masyarakat sering terjadi bentuk dakwah yang monoton yang kurang begitu relevan dengan perkembangan zaman dewasa ini. Untuk mengantisipasi trend masyarakat modern harus dapat mempersiapkan materi-materi dakwah yang lebih mengarah pada antisipasi kecenderungan-kecenderungan masyarakat. Oleh karena itu, maka seluruh komponen dan segenap aspek yang menentukan atas keberhasilan dakwah harus ditata secara professional dan disesuaikan dengan kondisi mad’u agar dapat menghasilkan kemasan dakwah yang benar-benar mampu memperbaiki dan meningkatkan semangat dan kesadaran yang tulus dalam mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran Islam(Anas, 2005:110).
Ada empat hal penting yang harus diorganisir oleh da’i  dalam memfilter trend masyarakat global yang negatif,(Madjid,2000:79) seiring dengan perkembangan dan trend masyarakat dunia serta masalah manusia yang semakin kompleks, yaitu;
1). Perlu adanya konsep dan strategi dakwah yang tepat untuk membentuk ketahanan diri dan keluarga melalui pengefektifan fungsi nilai-nilai agama, karena dengan dasar agama yang kuat dapat dijadikan filter pertama dan utama untuk menghadapi berbagai trend budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
 2). Mempertahankan nilai-nilai budaya luhur yang dapat melestarikan tradisi positif yang pada dasarnya tidak bertentangan dengan paham dan ajaran agama (Islam) yang menanamkan nilai-nilai baik dan suci.
3). Perlu dukungan dan keikutsertakan semua lapisan masyarakat untuk menciptakan dan memiliki komitmen yang sama dalam melihat seberapa bergunanya nilai-nilai baru itu untuk sebuah komunitas dan kemajuan masyarakat.
4). Kesiapan dan kematangan intelektual serta emosional setiap penerima message baru, apakah hal tersebut memang akan mendatangkan manfaat plus bagi diri dan lingkungannya.
Berkaitan dengan dampak globalisasi pada tatanan kehidupan masyarakat, maka dibutuhkan metode  yang tepat. Metode berarti rangkaian yang sistematis dan merujuk kepada tata cara yang sudah dibina berdasarkan rencana yang pasti, mapan, dan logis. Dalam melaksanakan suatu kegiatan dakwah diperlukan metode penyampaian yang tepat agar tujuan dakwah tercapai. Metode dalam kegiatan dakwah adalah suatu rencana yang tersusun dan teratur yang berhubungan dengan cara penyajian.
Sebenarnya, metode dakwah adalah sesuatu yang lazim dikenal dan diterapkan oleh da’i, akan tetapi secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga sebagai berikut;pertama dakwah bil-kitabah yaitu berupa buku, majalah, surat, surat kabar, spanduk, pamflet, lukisan-lukisan dan sebagainya, kedua dakwah bil-lisan, meliputi ceramah, seminar, symposium, diskusi, khutbah, saresehan, brain storming, obrolan, dan sebagainya, dan ketiga dakwah bil-hal, yaitu berupa prilaku yang sopan sesuai ajaran Islam, memelihara lingkungan, dan lain sebagainya (ibid).
Dalam rangka keberhasilan dakwah di era global, maka diperlukan da’i yang memiliki profil yang diantaranya memiliki komitmen tauhid, istiqamah dan jujur, memiliki visi yang jelas, memiliki wawasan keislaman, memiliki kemampuan memadukan antara dakwah bil-lisan dengan dakwah bil-hal, sesuai kata dengan perbuatan, berdiri di atas semua paham dan aliran, berpikir strategis, memiliki kemampuan analisis interdisipliner, sanggup berbicara sesuai dengan kemampuan masyarakat.(ibid).

C.    KESIMPULAN
Pada akhirnya, globalisasi menjadi sebuah lokomotif yang senantiasa menuntun gerbong-gerbongnya, yaitu masyarakat secara luas. Hingga jauh setelah perkembangannya globalisasi menjadi sosok yang menyeramkan dan selalu mengincar masyarakat untuk terseret dalam pusaran arus yang cenderung negatif. Dari sinilah kemudian permasalahan dakwah menjadi semakin rumit dan kompleks. Sebagai umat Islam yang taat tentu tidak akan berpangku tangan ketika melihat keadaan etika dan moral masyarakat yang semakin lama tergerus oleh kehadiran globalisasi.
Setidaknya diperlukan metode ataupun strategi untuk berdakwah mengarungi globalisasi. Mulai dari kompetensi da’i selaku pembawa cahaya pencerahan hingga materi yang akan disampaikan di masyarakat. Tentu metode yang digunakan antara satu waktu dengan waktu yang lain akan mengalami perkembangan. Pun juga dengan keadaan demografis dari mad’u itu sendiri, diperlukan adanya kepekaan dari organisasi dakwah untuk terus menegakkan agama Allah, agama Islam.


DAFTAR PUSTAKA


Ali Azis, Moh.2009. Ilmu Dakwah. Jakarta:Prenada Media Group.
Anas, Ahmad. 2005. Paradigma Dakwah Kontemporer. Semarang: Pustaka Rizki Putra.
Arifin,Anwar. 2011. Dakwah Kontemporer; Sebuah Studi Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Azizy, Qodri. 2003. Melawan Globalisasi;Reinterpretasi Ajaran Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ismail, Nawari. 2010. Pergumulan Dakwah Islam Dalam Konteks Sosial Budaya;Analisis Kasus Dakwah. Yogyakarta:Pustaka Book Publisher.
Madjid, Abd.2000. Tantangan dan Harapan Umat Islam di Era Globalisasi. Bandung: Pustaka Setia

Muhidin, Asep. 2002. Metode Pengembangan Dakwah. Bandung: Pustaka Setia.
Sardar, Ziauddin.1996. Tantangan Dunia Islam Abad 21 Menjangkau Informasi. Bandung: Mizan.









0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Aku adalah seorang yang bebas, bebas berekspresi di dunia fana...

Entri Populer

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. my world of imajination! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger